Memelihara Anak Yatim Dengan Baik

“Kedudukanku dan orang yang menanggung anak yatim di surga bagaikan ini.” (Beliau merapatkan telunjuk dan jari tengahnya).

Demikian Nabi bersabda, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari.

 

Tidak hanya syurga yang dijaminkan Rasulullah, melainkan pula kedekatan dengannya di sana. Dekat, sedekat-dekatnya. Sedekat jari telunjuk dengan jari tengah, tak ada jari yang memisahkan diantara keduanya.

 

Anak Yatim.

Tiada berayah. Tiada pencari nafkah. Tiada penanggung beban hidup dalam keseharian.

Tiada sosok perkasa nan lembut, sebagai nakhoda dalam kehidupan : ayah.

Tetapi Islam nan indah kemudian mengajarkan, betapa banyak keutamaan ketika anak yatim dimuliakan.

 

“sebaik-baik rumah kaum muslimin adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim dan diasuh dengan baik. Dan seburuk-buruk rumah kaum muslimin adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim, namun diasuh dengan buruk. Kemudian beliau menunjukkan dengan jari tengah dan telunjuknya sambil bersabda; “aku dan pengasuh anak yatim seperti ini di surga”.

(HR. Abu Daud)

 

Sabda Rasul jelas. Betapa seorang muslim dimuliakan ketika ia mampu memelihara anak yatim dengan baik.

Namun ketika anak yatim diperlakukan dengan sebaliknya : dihinakan. Ancaman nabi juga jelas : seburuk-buruknya rumah.

 

“Sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi ? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” (HR. Al-Baniy, Shahi Al-Jami’, Abu Darda: 80)

 

Pada hadits yang lain, nabi mengingatkan dengan indah tentang obat pelunak hati.

Ia bukan berasal dari tetumbuhan nun jauh d padang gersang, atau hewan nan susah ditemukan.

Ia ada di sekitar kita : anak yatim.

Hanya dengan mengasihinya, Nabi janjikan kelembutan hati.

Tak hanya itu, bahkan Nabi menjamin bahwa kebutuhan kita akan terpenuhi.

Sudahkah kita kawan? Menyisihkan sebagian harta, teruntuk si anak mulia : anak yatim?

Sudahkah kita kawan? Menyayangi mereka, seumpama mereka bagian dari kita?

 

Tak inginkah engkau kawan, menjumpa nabi di Syurga dan hidup bersama laksana jari telunjuk dan jari tengahnya.

Tetapi ingat kawan, Allah SWT juga mengingatkan tentang ganjaran yang Dia sediakan, jika kita menyia-nyiakan…

Dia, si anak pilihan…

 

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (An-Nisa: 10)

 

Mari mengoreksi diri kawan…

Adakah hak-hak anak yatim yang kita makan?

Adakah hak-hak anak yatim yang belum tertunaikan?

Adakah hak mereka yang kita makan?

 

Anak yatim sesungguhnya anak yang penuh kemuliaan.

Dia istimewa, dan Allah secara khusus melindunginya setiap masa…

Mari kita jaga dan lindungi bersama kawan, agar Allah menjadi Ridha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *