masjid ramadhan

Jelang Ramadhan, Ini 5 Tradisi Masyarakat Indonesia yang Masih Lestari

Menjelang Ramadhan, masyarakat Indonesia punya kebiasaan unik dan penuh makna. Mulai dari menghias rumah hingga berbagi sedekah.

Bulan Ramadhan selalu punya tempat spesial di hati masyarakat Indonesia. Bukan hanya karena kewajiban berpuasa, tapi juga karena suasananya yang berbeda dari bulan-bulan lain. Menjelang Ramadhan, banyak kebiasaan khas yang dilakukan sebagai bentuk persiapan lahir dan batin. Mulai dari urusan rumah sampai hati, semuanya ikut dirapikan. Berikut lima kebiasaan masyarakat Indonesia dalam menyambut bulan Ramadhan.

  1. Bersih-Bersih dan Menghias Rumah

Menjelang Ramadhan, banyak orang mulai rajin bersih-bersih rumah. Dari mengepel lantai, merapikan kamar, sampai mengganti tirai atau menambah hiasan bernuansa islami. Ada juga yang memasang lampu hias atau kaligrafi agar suasana Ramadhan makin terasa.

Alasannya sederhana: rumah yang bersih dan nyaman bikin ibadah jadi lebih khusyuk. Sahur, berbuka, sampai shalat tarawih di rumah pun terasa lebih menyenangkan. Dalam Islam sendiri, kebersihan memang sangat dianjurkan. “Kesucian/bersuci merupakan setengah/sebagian dari Iman” (HR. Muslim: 328)

  1. Saling Memaafkan

Kebiasaan saling meminta dan memberi maaf juga sudah jadi tradisi turun-temurun. Entah itu bertemu langsung, lewat telepon, atau sekadar kirim pesan singkat, tujuannya sama: membersihkan hati sebelum Ramadhan dimulai.

Dengan saling memaafkan, ibadah puasa bisa dijalani dengan perasaan lebih tenang dan lapang. Islam pun menganjurkan umatnya untuk mudah memaafkan. Allah SWT berfirman, “Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.” (QS. An-Nur: 22).

  1. Ziarah Kubur

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, ziarah kubur menjadi agenda wajib sebelum Ramadhan. Biasanya dilakukan bersama keluarga untuk mendoakan orang tua atau kerabat yang telah meninggal dunia.

Selain mendoakan, ziarah kubur juga menjadi pengingat bahwa hidup di dunia tidak selamanya. Rasulullah ﷺ bersabda, “Berziarahlah ke kubur, karena itu dapat mengingatkan kalian kepada akhirat.” (HR. Muslim).

  1. Mulai Membiasakan Ibadah

Banyak orang mulai “pemanasan” ibadah sebelum Ramadhan tiba. Misalnya dengan puasa sunnah, memperbanyak baca Al-Qur’an, atau membiasakan shalat malam. Tujuannya agar saat Ramadhan datang, tubuh dan hati sudah siap.

Puasa Ramadhan sendiri diwajibkan agar umat Islam semakin bertakwa, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 183.

  1. Berbagi dan Bersedekah

Ramadhan juga identik dengan berbagi. Banyak orang mulai rutin bersedekah, berbagi takjil, atau membantu mereka yang membutuhkan bahkan sebelum Ramadhan dimulai.

Berbagi di bulan Ramadhan memang punya keutamaan besar. Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Tirmidzi).

Penutup

Kebiasaan-kebiasaan ini menunjukkan bagaimana masyarakat Indonesia menyambut Ramadhan dengan penuh suka cita. Selama dilakukan dengan niat baik dan tidak berlebihan, tradisi ini bisa menjadi cara sederhana untuk memperkuat iman sekaligus mempererat kebersamaan di bulan yang penuh berkah.

Wajib Haji
My Cart
Wishlist
Recently Viewed
Categories
Compare Products (0 Products)